#DAY18 : Mama… Sabar ya, Mele Sudah Gak Ada

Cerita sebelumnya wajib dibaca di sini! SETELAH terbebas dari kemacetan lalulintas yang disebabkan kecelakaan “tabrak kambing”, mobil Inafis dan mobil patroli melaju begitu kencang. Lalulintas menuju RSBP memang sedang sepi karen tengah hari. RS ini letaknya tidak begitu jauh dari Pelabuhan Laut Sekupang. Bisa dikatakan berada di seberang pelabuhan. Hanya saja, posisi RS agak menjorok ke … More #DAY18 : Mama… Sabar ya, Mele Sudah Gak Ada

#DAY17 : Jasad Mele Terhadang Traffic Jam

Cerita sebelumnya wajib dibaca di sini! AKU dalam posisi sulit untuk melihat  kecelakaan yang ada di depan mata. Aku ingin sekali memarkirkan motorku di pinggir jalan di sekitar Simpang Sei Harapan ini, tapi kondisi tidak memungkinkan. Posisiku begitu terjepit di tengah lalulintas yang sedang padat dan terhenti total. Sama sekali tidak bisa bergerak. Kalau aku nekat … More #DAY17 : Jasad Mele Terhadang Traffic Jam

#DAY16 : Duka Kedua di Hari yang Sama

  DENGAN sigap dan cekatan, Bang Udin dan rekannya menggotong kantong jenazah berisi mayat Mele menuju mobil Inafis yang diparkir di tapi jalan, tidak jauh dari Jembatan Sei Ladi. Bang Udin tampak ngos-ngosan dan berkeringat karena berjalan cepat dan dengan jarak yang lumayan jauh, sekitar 200 meter. Kondisi jalannya pun semak belukar dan dengan kontur tanah … More #DAY16 : Duka Kedua di Hari yang Sama

#DAY15 : Tergopoh-gopoh Ikuti Jasad Mele

Cerita sebelumnya wajib dibaca di sini! SETELAH Bang Udin dan beberapa rekannya bisa menenangkan Om Yonis, secara perlahan kantong jenazah yang berisi jasad Mele ditutup. Reseleting dari bagian kaki pelan-pelan dinaikkan sampai ke bagian kepala sehingga menutup rapat jasad Mele yang ada si dalamnya. ” Tolong ayahnya dipapah ya! Dibantu sampai ke atas dan dibawa pakai … More #DAY15 : Tergopoh-gopoh Ikuti Jasad Mele

#DAY14 : Tangisan Om Yonis Sangat Memilukan

Cerita sebelumnya wajib dibaca di sini! OM YONIS tampak berusaha mengangkat kepalanya saat Bang Udin yang dibantu seorang rekannya mengangkat tubuh Mele yang sudah kaku. Ia ingin melihat proses pengangkatan jasad anak sulungnya itu. Isak tangis Om Yonis semakin manjadi-jadi. Kali ini suaranya terdengar agak lebih keras. “Astaqhfirullah…. Astaqhfirullah…. Astaqhfirullah…” Kata-kata istigfar itu terus terucap dari … More #DAY14 : Tangisan Om Yonis Sangat Memilukan

#DAY13 : Leher Mele Penuh Darah

Cerita sebelumnya wajib dibaca di sini! OM Yonis nyaris pingsan. Badannya langsung lunglai terduduk di atas tanah. Tangannya yang awalnya dipegangi seorang anggota polisi terlepas dengan refleks.  Dia tersimpuh berlutut begitu melihat wajah jasad belia yang tewas telungkup di sekitar Waduk Sei Ladi itu, dibalikkan. “Astaghfirullah… Ya Allah, kenapa jadi begini… Anakku, Mele,” ratapan Om … More #DAY13 : Leher Mele Penuh Darah

#DAY12 : Astaqhfirullah…. Saya Tahu Itu Anak Saya!

Originally posted on Welcome to Menixnews:
Cerita sebelumnya wajib dibaca di sini! Sketsa diambil dari merdeka.com KETIKA kami sedang khusuk mendengarkan detail cerita Pak Asrun dan Pak Yusron, saya lihat dari kejauhan telah datang rombongan Inafis Polresta Barelang. Warga pun semakin ramai mendatangi lokasi kejadian. Namun petugas polisi yang sudah ada di lokasi kejadian telah menyeterilkan…