Kejar Kaya, Jangan Lupa Bahagia

Reseb Hidup Ala Gede Prama

SETIAP hari, pastinya kita melihat semua orang sibuk bekerja guna mencari nafkah. Tidak sekedar nafkah diri dan keluarga yang menjadi tujuan, tetapi setiap orang selalu ingin hidup kaya. Tapi tahukah Anda, sekarang ini mayoritas orang hanya ingat ingin kaya dan melupan bahagia.
Tidak percaya? Cobalah perhatikan rutinitas diri atau orang-orang terdekat Anda. Pergi dari pagi dan pulang larut malam. Seorang ayah tidak jarang meninggalkan keluarga untuk mencari uang guna memenuhi kebutuhan keluarga. Tidak jarang pula, seorang ibu meninggalkan anak di rumah dengan pembantu yang juga bertujuan mencari uang untuk keluarga.
Rutinitas itu semuanya adalah agar kaya sehingga ekonomi keluarga tidak kekurangan. Tapi apa yang terjadi, ketika Anda sudah meninggalkan keluarga untuk kekayaan, ternyata keluarga yang ditinggalkan tidak merasakan kebahagian. Anak-anak tidak mendapat perhatian dan akhirnya mencari kebahagiaan sendiri dengan mengkonsumsi narkoba atau terlibat pergaulan bebas.
Atau istri Anda yang ditinggalkan ternyata kekurangan kasih sayang sehingga mencari sayang-sayang lainnya. Atau Anda sendiri (pria) yang sibuk di bekerja sehingga terpaksa mencari kesenangan instan menyelingi kesibukan. Yang terjadi adalah perselingkuhan.
Begitu Anda sampai ke rumah, keadaan keluarga ternyata sudah jauh dari kata bahagia. Semuanya hidup dengan jalan masing-masing. Rasa bahagiakah yang Anda dapatkan melihat anak terbaring karena over dosis dan menyaksikan istri memadu kasih dengan yang lain? Tentu jawabannya tidak.
Bagaimana agar hidup kaya dan bahagia? Seorang motivator Indonesia kenamaan Gede Prama membagikan resep kaya dan bahagia kepada masyarakat Batam. Pria asal Bali ini hadir dalam seminar yang ditaja Bank Niaga Cabang Batam dalam even business gathering ; The Art of Life Mastery with Gede Prama.
Acara yang berlangsung di ruang Cendana Hotel Novotel Batam, Senin (14/7) mendapat sambutan sangat meriah dari para mitra bisnis dan nasabah Bank Niaga. Seratusan orang memenuhi kursi undangan yang disediakan.
Dalam ceramahnya kurang lebih satu jam, Gede memaparkan tiga resep hidup kaya dan bahagia. Pertama, rajinlah bersyukur. Seorang wanita yang rajin bersyukur tidak akan pernah tua. Bahkan semakin usianya bertambah bukan ketuaan yang didapat tapi bisa tetap awet muda kaena pancaran inner beauty.
Jika Anda kesulitan bersyukur, ada tiga tempat rekreasi yang bisa menimbulkan rasa syukur itu. “Kunjungilah unit gawat darurat (UGD) karena disana terbaring banyak orang yang kondisi kesehatannya parah. Dengan demikian Anda bisa merasakan syukur karena masih diberi kesehatan. Jika tidak juga bisa bersyukur, pergilah ke panti asuhan anak-anak cacat, karena disana banyak orang yang tidak lengkap fisiknya tapi sempurna jiwanya. Banyak orang yang tidak punya tangan dan kaki bisa melukis dengan mulut, menulis, atau bekerja lain. Kalau tidak bisa juga bersyukur, datanglah ke kuburan. Di kuburan Anda bisa melihat, secantik apapun, sekaya apapun, atau sejelek apapun semasa hidupnya, menjadi tidak berdaya terbaring di dalam tanah,”urai Gede.
Resep kedua, janganlah hanya mau menerima kelebihan seseorang, tapi terima jugalah kekurangannya. Jika Anda memiliki istri, jangan hanya mau cantiknya saja dan begitu ia buang angin (kentut) langsung Anda suruh keluar.
“Wanita yang cantik dan baik, biasanya kekurangannya adalah goblok. Sementara lelaki yang  tampan dan kaya, kekurangannya adalah tukang selingkuh,”ungkapnya. Kelebihan itu sama dengan bunga, sementara kekurangan sama dengan sampah organik.
Jangan pernah salah, bunga dalam beberapa hari bisa menjadi sampah sementara sampah dalam beberapa bulan bisa menjadi bunga, tergantung bagaimana kita mengelolanya. “Menerima kelebihan memang mudah tatapi menerima kekurangan hanyalah orang bijaksana yang bisa melakukannya,”kata Gede.
Resep terakhir, sayangilah orang lain tanpa syarat. Untuk hidup bahagia dan membahagiakan orang lain, bisalah kita mencontoh Dalai Lama, biksu kenamaan dari Tibet. Ia berprinsip kalau anda mau bahagia, praktekanlah welas asih atau cinta kasih dan bila anda ingin orang lain bahagian, praktekan pula welas asih.
Dalam penutupan ceramahnya, Gede berpesan, jadilah seorang kaya yang bijaksana. “Kaya itu ibarat pedang. Kalau tidak pandai menggunakanya bisa mematikan. Gara-gara menjadi kaya orang makan tidak terkontrol yang akhirnya menybabkan kolesterol dan penyakit jantung. Tetaplah ingat kaya tapi jangan pernah melupakan bahagia,”tuturnya. (sri murni)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s