#DAY9 : Astaghfirullah, Tubuh Mungilnya Tergetak di Sei Ladi

Cerita sebelumnya wajib dibaca di sini! TUBUHKU begitu gemetaran memikirkan jasad yang ditemukan di sekitar Waduk Sei Ladi. Ujung jariku dingin dan telapak tanganku pun basah karena berkeringat. Jantungku berdegup sangat kencang. Rasa-rasanya ingin duduk menenangkan diri di rumah. Tapi itu satu hal yang tidak mungkin dengan kondisi begini. Liputan ini sangat penting! Perasaan yang begini selalu … More #DAY9 : Astaghfirullah, Tubuh Mungilnya Tergetak di Sei Ladi

#DAY8 : Jangan…Jangan…Jangan Mele!

Cerita sebelumnya wajib dibaca di sini! MINGGU, 27 Septermber 2015, aku terbangun saat suara azan dari handphone- ku berdering sangat keras. Suara itu bulanlah nada panggil, melainkan alarm yang sengaja aku setting setiap hari untuk membangunkanku sholat subuh. Rasa malasku begitu besar pagi ini. Biasanya, begitu aku dengar alarm berbunyi aku langsung bangkit dari tempat tidur, menuju … More #DAY8 : Jangan…Jangan…Jangan Mele!

#DAY7 : Hembusan Angin yang Bikin Merinding

Cerita sebelumnya wajib dibaca di sini! UDARA malam saat aku mendekati Waduk Sei Ladi terasa begitu dingin. Angin bertiup kencang dan menggoyahkan motorku yang kupacu dengan kecepatan 80 km per jam. Hembusan angin itu juga membuat berisik dahan-dahan pohon karena saling bersikutan. Badanku terasa merinding. Namun, merinding kali ini bukan karena ada unsur takut dari cerita serem Sei Ladi yang … More #DAY7 : Hembusan Angin yang Bikin Merinding

#DAY6 : Berkaca dari Pembunuhan Wanita Muda

Cerita sebelumnya wajib dibaca di sini! DARI teras tempat aku dan Om Sadri duduk, kudengar suara isak tangis yang begitu lirih dan menyayat hati. Di sela isak tangis itu, sesekali terdengar suara memanggil-manggil nama, “Mele… Mele anakku, dimana kamu sayang….”. Suara lirih itu bisa aku dengar jelas karena pintu depan yang ada di samping kursi teras tempat … More #DAY6 : Berkaca dari Pembunuhan Wanita Muda

#DAY5 : Kemana Mele Menghilang?

Cerita sebelumnya wajib dibaca di sini!di sini! DARI Om Sadri, aku terus menggali informasi seputar sosok Mele, bagaimana dia bisa menghilang, dan bagaimana motornya bisa ditemukan sore tadi. Meskipun wajah Om Sadri tampak begitu lelah, tapi dia orang yang menyenangkan saat diajak cerita. Gaya bicaranya begitu lepas seperti tanpa ada yang ditutup-tutupi. Bahkan, selama berhadapan dengannya, aku merasa menjadi … More #DAY5 : Kemana Mele Menghilang?

#DAY4 : Air Mata Pertama untuk Mele

Cerita sebelumnya wajib dibaca di sini! KENING ibu penjaga warung yang daritadi aku tanya tentang tempat tinggal Pak Yonis tampak berkerut. Dia coba-coba mengingat alamat pasti ayah Mele tersebut. Setelah beberapa saat sempat diam karena berpikir, dia pun buka suara, “Aduh dek, saya gak tahu alamat pasti nya. Tapi arahnya itu dari jalan sini lurus aja, sampai ke simpang … More #DAY4 : Air Mata Pertama untuk Mele

#DAY3 : Melintasi Jembatan Sei Ladi yang Angker

Cerita sebelumnya wajib dibaca di sini! JARAK rumahku di Bengkong dengan tempat tinggal Mele di Tiban Kampung memang tidak dekat. Setidaknya aku harus melewati tiga simpang lampu merah, dimana jarak antar masing-masing simpang cukup jauh. Aku juga harus melewati simpang utama yang ada di tengah-tengah Kota Batam yang disebut Simpang Jam. Selepas itu, aku harus melewati satu … More #DAY3 : Melintasi Jembatan Sei Ladi yang Angker