Merindukan Sosok Pakar Forensik Terkemuka Indonesia Abdul Mun’im Idries

AKU tak mengenalnya secara personal tapi aku begitu mengaguminya. Dia adalah salah satu sosok orang terkenal di negeri ini yang bisa membuat pikiranku tetap waras dalam melihat kasus-kasus kematian kelas kakap dan fenomenal.

Saat dia menghembuskan nafas terakhirnya pada 27 September 2013 lalu, aku menangis terseduh-seduh. “Ya Allah, begitu cepat Engkau mengambilnya. Siapa lagi yang bisa menjadi sandaranku”. Ya, begitu dalam dukaku untuknya, padahal dia saja tak mengenalku. Kami pun tidak pernah bertemu satu sama lain.

Aku mengenalnya dan menyandarkan sebagian kewarasan pikiranku lewat ulasan-ulasannya baik dalam bentuk buku maupun catatan di media cetak dan online. Sosok itu adalah pakar forensik terkemuka Indonesia, dr. Abdul Mun’im Idries, Sp,F. Aku selalu memanggilnya (walau hanya untuk diriku sendiri) si ahli forensik mungil.

Image result for tinggi badan Mun'im Idris

Pak Mun’im badannya memang kecil. Bahkan mungkin tinggi kami tidak jauh berbeda. Namun, ulasan-ulasannya selalu membuatku menjadi lebih pintar dan tercerahkan, karena yang dipaparkannya adalah fakta-fakta tanpa ada muatan politik dan kebencian.

Bagiku, dia adalah seorang pakar yang bisa menjaga integritas diri dan profesionalitas dalam menjalankan tugasnya sebagai dokter forensik.

Membaca karya-karyanya membuatku seperti berjalan dalam sejarah kelam sederet kasus-kasus kematian yang fenomenal di negeri ini, yang tidak semuanya bisa terungkap secara gamblang.

Satu karyanya yang sampai sekarang masih menduduki peringkat teratas buku terfavorit saya adalah “Indonesia X-Files: Mengungkap Fakta dari Kematian Bung Karno sampai Kematian Munir”.

Buku ini bukanlah buku baru. Namun menjadi buku terakhir Pak Mun’im sebelum beliau kembali ke Rabb-nya yang Agung. Buku Indonesia X-Files cetakan pertamanya terbit pada Juni 2013 atau tiga bulan sebelum kepergiannya. Di bulan yang sama, langsung ada cetakan kedua karena buku ini memang laris manis bak kacang goreng. Hanya berselang empat bulan, sudah ada cetakan keempat.

Fakta apa yang diungkapkan Pak Mun’im dalam buku terakhirnya itu? Banyak sekali dan membuat aku tercengang membacanya.

Setidaknya ada 47 judul yang dia paparkan berdasarkan hasil analisanya sebagai ahli forensik. Kasus pertama dibuka dengan Tragedi Trisakti Mei 1998, dimana demonstrasi besar terjadi yang berakhir dengan penculikan sejumlah mahasiswa serta kelengseran “Dinasti” Orde Baru yang sudah 32 tahun memerintah Indonesia.

Kemudian ada kasus “Kejanggalan Kematian Marsinah, 1993”, seorang buruh PT Catur Putra Surya yang menjadi ikon pergerakan buruh saat itu, yang kematiannya begitu kontroversial karena tidak wajar.

Dan, yang sangat membuat saya tertarik membaca buku ini adalah ulasan tentang “Misteri Kematian Sang Proklamator, Presiden Soekarno” serta “30 Menit Kematian Menjemput Munir”.

Dua kasus ini menjadi kasus paling menyita perhatianku karena sampai sekarang pelaku yang sebenarnya tidak pernah terungkap. Begitu banyak konspirasi di balik kasusnya.

Tidak hanya kasus kematian kelas kakap yang dipaparkan dalam buku tersebut, tapi juga kasus-kasus rakyat kecil yang memiliki keunikan, seperti kasus kematian dalam tahanan, jual beli keperawanan, bayi tertukar, aborsi dan kejahatan tanpa korban.

Yang tidak kalah menarik adalah ulasan-ulasan tentang cara kerja tim forensik dan kegunaannya dalam penegakan hukum dan keadilan.

Aku sangaja tidak memaparkan secara detail hal-hal menarik dalam buku ini karena aku ingin, kamu juga membacanya sendiri kata demi kata.

Buku ini sangat direkomendasikan sebagai nutrisi otak semua orang yang ingin mendapatkan fakta-fakta lain di balik sebuah kasus kematian fenomenal di negeri ini. (sri murni)

SELAMAT MEMBACA!

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s