#EdisiCurhat : Ingin Bisa Menulis Setiap Hari? Ikuti Tantangan 30DWC

keyboard

TULISAN hari ini adalah edisi curhat setelah mengikuti tantangan menulis 30 hari non stop atau dikenal dengan nama program 30 Day Writing Challenge (30DWC). Program ini dilaksanakan secara online oleh Kelas Menulis Online bernama KMO Inspirator Academy. Penggagasnya seorang penulis bernama Brili Agung.

Apapun yang saya sampaikan di sini adalah apa yang saya rasakan dan alami, pastinya ada unsur subjektivitas.

Jujur, saya sendiri tidak tahu siapa yang mengundang saya masuk ke group WA KMO Inspirator Academy sekitar dua bulan lalu. Tahu-tahu saya sudah tergabung di group itu. Tidak ada prasangka apa-apa, saya ikuti aja. Apalagi judulnya kelas menulis online.

Meskipun dunia tulis menulis bukanlah hal baru bagi saya, karena sejak SMA pun saya sudah berkecimpung di dalamnya, tapi saya tetap ingin upgrade kemampuan menulis, khususnya untuk genre fiksi: cerpen, cerbung, novel, dll.

Di grup itu saya hanya menjadi pembaca yang budiman dengan segala macam postingan yang di-share anggota, mulai dari tips-tips menulis,  pengalaman dari sejumlah penulis, sampai jualan beragam produk. Lewat group ini, saya bertemu nara sumber lama yang sudah hilang kontak. Dia adalah seorang psikolog anak bernama Mbak Niza. Terimakasih grup KMO!

Satu bulan kemudian, saya di-japri (jalur pribadi) oleh admin group KMO via WA. Namanya Mbak Sari. Isinya ajakan untuk mengikuti challenge 30DWC dengan syarat membayar registrasi Rp 99.000 ke rekening BCA. Karena saya pakai Bank Mandiri, maka dikenakan biaya transfer Rp6.500. Kelas dimulai pada pertengahan Mei lalu dan berakhir pada 15 Juli 2017.

Awalnya saya ragu, cuma karena saya memang sedang ingin menulis fiksi (novel) yang tidak main-main, saya berfikir program ini sesuailah agar memacu saya untuk terus menulis menyelesaikan novel tersebut. Dan saya pun mengikutinya dengan harapan akan mendapatkan feedback yang mumpuni dari tulisan fiksi yang akan saya buat. Saya pun menulisnya bersambung setiap hari di blog saya yang ini menixnews.wordpress.com dan bukan di blog satu lagi, menixnews.com karena itu isinya lebih “gado-gado”.

Apalagi, dalam flyer program 30DWC memang dijanjikan, selama program berlangsung akan mendapatkan feedback tulisan-tulisan yang sudah disetorkan. Plus ada kulwa (kuliah WA) dari penulis yang profesional. “Well, not bad program-lah” pikirku.

Program ini diikuti 100 peserta dan jika dikalkulasikan terkumpullah dana Rp 9,9 juta dalam satu kali putaran (sebulan) program. Bisnis yang lumayan kan! Semua peserta dimasukkan dalam satu group WA dengan nama “Empire of Writer #6″.

Dari 100 peserta itu dibagi lagi menjadi kelompok kecil-kecil dengan jumlah 10 orang per kelompok. Mereka menamai kelompok itu dengan Squad yang dikoordinir satu anggota kelompok itu sendiri. Istilah koordinatornya adalah Guardian (penjaga). Setiap kelompok membuat lagi group WA Squad masing-masing.

Setelah saya jalani saya pun merasan plus dan minus dari program ini. Plusnya adalah :

  1. Memacu saya untuk terus menulis setiap hari, minimal 150 kata yang ditetapkan. Saya menulis rata-rata 500 kata lebih setiap hari.
  2. Sebanyak 21 tulisan fiksi (masih cerbung yang nantinya diolah jadi novel) sudah saya hasilkan selama ikut program. Sembilan sisa tulisan isinya macam-macam dan ada tiga tulisan tematik sesuai yang ditetapkan panitia.
  3. Pastinya menjalin silaturahmi dan menambah pertemanan baru.

Selain ada plusnya, tentu saja ada minusnya program ini:

  1. Sangat kurang ilmu yang dishare oleh penulis profesional. KUOF (Kelas Online Upgrading Fighter yakni kuliah WA di group Empire) sebanyak empat kali yang dilakukan di awal, seminggu setelah program, dan di pertengahan. Semua KUOF disampaikan oleh satu orang penulis bernama Rezky Firmansyah. Materi KUOF pertama diisi tentang penjelasan program dan apa yang harus dilakukan setiap fighter (panggilan untuk peserta). KUOF kedua berjudul, “Mau Menulis Apa?”. KUOF Ketiga bertajuk “Jangan Ragu dengan Genremu” dan keempat “29+5 Solusi Mengatasi Stuck”. Menurut saya, KUOF bisa ditambah menjadi delapan kali karena bagi penulis pemula, sangat diperlukan bimbingan teknis cara menulis, menemukan ide, sampai pada how to write the idea.
  2. Feedback yang sangat minim.  Jujur, seperti yang saya utarakan di atas, mengikuti program ini adalah ingin mendapatkan feedback dari penulis profesional tentang tulisan fiksi yang saya buat karena saya adalah newbie dalam genre ini. Namun, saya merasakan feedback yang sangat minim, bahkan sama sekali saya tidak mendapatkan feedback bagi penulis yang berpengalaman, terkecuali dari sesama squad. Terimakasih para squad yang telah memberikan feedback untuk tulisan saya.
  3. Jadwal feedback tak sesuai harapan. Feedback dari penulis profesional yakni Mas Reza hanya dilakukan pada tulisan tematik yakni pada day 25, 27, dan 29. Sementara untuk tulisan tematik saya tidak membuatnya dalam bentuk fiksi melainkan reportasi atau karya non-fiksi sehingga goal saya ingin mendapatkan feedback untuk tulisan fiksi tidak terpenuhi di sini.
  4. Sebaiknya feedback yang diberikan tidak hanya dibebankan kepada masing-masing squad karena squad sendiri sudah terbebani dengan menulis setiap hari. Dan bagi yang memiliki waktu sedikit, memberi feedback mungkin tidak sempat. Feedback dari penulis profesional, kalau saya pribadi, lebih memaksimalkan tulisan.
  5. Mungkin ekspektasi saya terlalu tinggi saat mengikuti program ini. Apapun plus-minusnya saya berterimakasih atas jalinan silaturahmi dan komunikasi yang terjalin di antara kita semua. Semoga kita tetap bisa bersilaturahmi dan semangat menulis. Semoga kita bisa membudayakan literasi pada diri sendiri, kemudian menularkannya kepada banyak orang.  Salam ON FIRE!

Apakah Fadli Uno, pimilik fadventure.com berminat?

Advertisements

8 thoughts on “#EdisiCurhat : Ingin Bisa Menulis Setiap Hari? Ikuti Tantangan 30DWC

    1. Sekarang da selesai mbak. Selesainya di hari tulisan ini sy posting, kamis (15/6). Memang kerasa habit-nya. Jadi skrg sehari gak nulis itu rasanya ada yg kurang…

  1. Menarik mbak Menix. Saya sendiri kalau ga ikutan chalengge, males nulisnya ampun-ampunan deh. Penunda akut, ujung-ujungnya tak satupun selsai. Alhamdulillah, ikutan challenge BK selama 3blnn terakhir, saya jadi semangat. Semoga ga menurun lagi setelah selesai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s