#DAY21: Kematian Mele Bikin Batam Kian Mencekam

Cerita sebelumnya wajib dibaca di sini!

mysterious murder
Sketsa diolah dari NEWSMEN.

BERITAtentang penemuan jasad Mele langsung tersebar luas, tidak hanya di lokal Batam tapi juga nasional. Informasi sekecil apapun sudah beredar luas via portal-portal berita online, termasuk x-file.com, serta media sosial.

Kasus kematian Mele yang merupakan serentetan kasus dari dua pembunuhan wanita sebelumnya di Batam, semakin membuat warga kota ini resah.

Berita-berita yang di-share di medsos langsung mendapat ribuan tanggapan dari warga Batam. Isi komentar didominasi oleh para orangtua yang mengungkapkan ketakutan mereka atas keselamatan putri-putri mereka saat ini.

Bahkan, tidak sedikit orang tua yang tidak lagi membiarkan anak-anaknya pergi ke sekolah seorang diri. Mereka memilih menjemput dan mengantar anak-anak mereka ke sekolah atau ke tempat lain.

“Saya memang takut. Anak saya yang sekolah SMA juga takut. Sekarang kalau sekolah terpaksa saya antar dan jemput. Tidak saya kasih lagi naik motor sendiri,” kata Ibu Rita, seorang warga Tiban yang sempat diwawancara oleh Dino, rekan wartawan satu kantorku.

Rasa takut yang sama juga diungkapkan banyak orangtua lainnya. Mereka yang khawatir, menemani anak-anak mereka pergi kemanapun. Begitu matahari terbenam, jarang orangtua yang memberi izin anak-anak mereka keluar rumah. Jikapun terpaksa, mereka akan menemani putra-putri mereka.

Ditambah lagi, situasi keamanan Batam saat ini memang dalam kondisi mengkhawatirkan. Aksi begal dan perampokan hampir terjadi setiap hari. Bahkan, Kapolresta Barelang Kombes Pol Danu Nugraha telah memerintahkan dengan tegas jajarannya agar menembak di tempat para penjahat yang meresahkan warga.

Bang Udin sendiri, sebelum ditemukannya jasad Mele, sempat curhat kepadaku bahwa sebenarnya situasi Batam ini memang rawan. Dirinya sendiri juga merasa malu karena semua orang tidak merasakan kedamaian.

“Kalau ditanya kasus kematian di Batam ini, rasanya muka saya ini berubah seperti tembok. Kebas dan malu sekali. Tapi kami, kepolisian, memang punya banyak PR dan terus berusaha mengungkap satu per satu,” begitu curhatannya.

Aku sendiri juga merasa sangat was-was jika pulang malam. Apalagi profesi sebagai jurnalis yang tidak mengenal jam kerja, mau tidak mau memang siap berada di jalanan saat malam.

Redaksi X-file sendiri juga membuat kebijakan baru bahwa wartawan yang terpaksa liputan malam, tidak boleh bergerak sendirian, melainkan harus bersama rekan sekantor atau bersama pihak lain.

Bersambung…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s