#DAY20: Raut Wajah Lelah Anggota Polisi

Cerita sebelumnya wajib dibaca di sini!

kamar jenazah
Foto diambil dari kartikakarman.blogspot.co.id

DI DEPAN kamar jenazah, kami para awak media langsung mengelilingi Bang Udin dan Kasatreskrim Polresta Barelang Kompol Dipta. Wajah keduanya tampak lelah, terutama Bang Udin yang memang sedari pagi tadi sudah menangani jasad Meli sejak dari Sei Ladi.

Bang Udin masin mengenakan seragam oranye bertuliskan Inafis. Dari aura wajahnya, sepertinya Bang Udin baru selesai menyuci muka. Tangannya juga tampak masih basah dan masik ada titik-titik air punggung tangannya.

Sedangkan Kompol Dipta mengenakan pakaian kasual, kemeja kotak-kotak kecil warna putih dan celana jeans. Kompol Dipta ternyata sudah berada di kamar jenazah sekitar lima menit sebelum jasad Mele sampai. Dia tidak sendiri, tetapi bersama dengan Dokpol dari Polda Kepri.

Di hadapan para awal media, keduanya tidak langsung buka suara. Mereka tampak menunggu para wartawan yang bersiap-siap menghidupkan ponsel masing-masing untuk merekam maupun mengetik. Ada pula yang masih menggunakan pena dan buku notebook kecil untuk menulis hasil keterangan yang akan disampaikan kedua orang tersebut. Sementara para fotografer sudah sibuk jepret sana jepret sini dengan segala angle.

Ketika dilihat para jurnalis sudah siap, dengan intonasi datar dan tenang, Kompol Dipta memulai pembicaraan.

“Teman-teman media, sebagaimana sudah teman-teman lihat sendiri dan ikuti dari Sei Ladi tadi bahwa pagi tadi sekitar pukul delapan, telah ditemukan sesosok mayat anak perempuan. Saya sebut anak karena memang masih di bawah umur. Dari pengambilan keterangan singkat yang kami dapat dari Pak Yonis yang merupakan ayah dari korban, dipastikan bahwa korban adalah Mele, putrinya. Korban meninggalkan rumah sejak kemarin pagi untuk pergi ke sekolah seperti biasa.  Korban mengendarai motor saat pergi. Kemudian, sampai siang korban tidak kunjung pulang,”kata Kompol Yoga memberikan keterangan awal.

Mendengar keterangan tersebut, para jurnalis langsung mengajukan banyak pertanyaan. Beberapa di antaranya tentang kronologi hilangnya Mele, kronologi penemuan mayat, apa saja barang bukti yang dikumpulkan, kapan mayat akan diotopsi, dan perkiraan penyebab kematiannya.

Kompol Yoga menjawab satu per satu pertanyaan awak media. Untuk kronologi penemuan mayat, korban pertama kali ditemukan oleh dua warga, Pak Asrun dan Pak Yusron. Keduanya adalah kakak beradik yang hendak pergi mancing di Sei Ladi.

Begitu menemukan jasad korban, Pak Asrun berniat melapor ke polisi terdekat. Kemudian saat hendak ke pos polisi, di jalan raya Sei Ladi dia melihat dua anggota polisi yang sedang lewat dan memanggilnya. Kemudian, anggota polisi tersebut menghubungi Inafis.

Apa yang disampaikan Kompol Yoga tersebut, memang sama percis dengan apa yang diceritakan Pak Asrun dan Pak Yusron saat aku temui di Sei Ladi pagi tadi.

Kompol Yoga melanjutkan, untuk barang bukti saat ini sedang didata semuanya. Secepatnya akan diberitahu kembali. Kalau tentang otopsi, hari ini juga akan dilakukan.

BERSAMBUNG. . .

Advertisements

One thought on “#DAY20: Raut Wajah Lelah Anggota Polisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s