#DAY17 : Jasad Mele Terhadang Traffic Jam

Cerita sebelumnya wajib dibaca di sini!
traffic
Sketsa diambil dari shutterstock.com
AKU dalam posisi sulit untuk melihat  kecelakaan yang ada di depan mata. Aku ingin sekali memarkirkan motorku di pinggir jalan di sekitar Simpang Sei Harapan ini, tapi kondisi tidak memungkinkan.
Posisiku begitu terjepit di tengah lalulintas yang sedang padat dan terhenti total. Sama sekali tidak bisa bergerak. Kalau aku nekat meninggalkan motorku di tengah lalulintas begini, kemudian mengambil foto dari dekat atas kejadian ini, bisa-bisa begitu Polantas menyuruh jalan, motorku ditabrak orang.
Lagipula karena aku sedang mengikuti kasus Mele, aku merasa tidak bisa meliput kasus tabrakan ini. Sebab, kalau berhenti dan meliput kecelakaan ini, aku akan kehilangan momen melihat dramatisnya suasana di rumah sakit nanti.
Apalagi tadi Mas Jaya sempat menelepon kalau ibu dan beberapa kerabat Mele sudah berada di RSBP menunggu kedatangan jenazah.
Yang bisa aku lakukan adalah mengambil foto dari jarak jauh dengan teknik zoom in. Aku juga memerhatikan dengan detail apa yang terjadi di depan mataku.
Aku lihat tim medis dari mobil ambulans sudah mulai bertindak. Mereka tampak mengeluarkan tandu dan membawa korban wanita lebih dulu.
Kecelakaan ini sepertinya fatal. Aku lihat dua korban yang terkapar di tengah simpang, penuh dengan darah. Di atas aspal yang berwarna hitam dan mengkilat karena teriknya matahari, tampak darah mengalir dari kepala salah satu korban yang terkapar.
Aku buru-buru menelepon Mas Jaya dengan maksud ingin meminta agar mengirimkan satu wartawan untuk meliput kecelakaan ini.
Sesaat sebelum aku berbicara dengan Mas Jaya, ternyata aku melihat rekan kerjaku yang sama-sama di desk kriminal sudah berada di lokasi kecelakaan. Sepertinya dia baru saja tiba dari arah yang berlawanan dimana aku berhenti. Dia langsung memoto-moto proses evakuasi korban kecelakaan tersebut.
Tak lama berselang, seorang anggota Polantas yang mengatur lalulintas di simpang tersebut, memberikan jalur khusus untuk Tim Inafis yang membawa jasad Mele melintas. Mobil patroli juga langsung ikut bergerak dan aku tidak mau ketinggalan.
Aku pun tancap gas dan berusaha terus berada di samping mobil patroli. Seorang anggota Polantas sempat meneriakiku karena jalur yang diberikan dimaksudkan khusus untuk lewat mobil Inafis dan mobil patroli. Tapi aku tidak menghiraukan teriakan itu. Aku terus berada tidak jauh dari mobil patroli.
Bersambung. . .
Advertisements

One thought on “#DAY17 : Jasad Mele Terhadang Traffic Jam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s