#DAY14 : Tangisan Om Yonis Sangat Memilukan

Cerita sebelumnya wajib dibaca di sini!

jenazah

OM YONIS tampak berusaha mengangkat kepalanya saat Bang Udin yang dibantu seorang rekannya mengangkat tubuh Mele yang sudah kaku. Ia ingin melihat proses pengangkatan jasad anak sulungnya itu.

Isak tangis Om Yonis semakin manjadi-jadi. Kali ini suaranya terdengar agak lebih keras.
“Astaqhfirullah…. Astaqhfirullah…. Astaqhfirullah…” Kata-kata istigfar itu terus terucap dari bibir Om Yonis sambil menangis dan meratap.
“Ya Allah… Kenapa ada yang begitu tegah? Apa salah anak saya? Apa salahnya?” Om Yonis tiba-tiba bersuara lantang dan bergerak cepat mendekati tubuh Mele yang sudah berada di atas kantong jenazah warna oranye.
Polisi yang bertugas memegangi Om Yonis tersentak kaget karena lengan Om Yonis lepas lagi dari genggamannya. Dia memang tidak begitu erat memegangi lengan Om Yonis ketika itu karena dia pun terpaku melihat proses pengangkatan jenazah mungil tersebut.
Begitu menyadari Om Yonis mendekati jasad putrinya, petugas polisi itu pun tergopoh-gopoh menyusulnya.
Sementara Bang Udin juga kaget karena mendapati Om Yonis menabraknya ketika dia sedang membaringkan jasad Mele ke dalam kantong jenazah.
“Astaqfirullah….Pak…. Pak… Istiqfar,” kata Bang Udin kepada Om Yonis sembari dengan refleks memegangi bahu Om Yonis agar tidak meringsek dan menimpahi jasad Mele.
“Ya Allah…. Mele…. Mengapa begini… Anakku…” Kata Om Yonis terus menangis dan meratap.
Suasana begitu mengharukan kala itu. Aku sendiri tidak bisa lagi menahan air mata. Aku ikut menangis karena duka ini bisa kurasakan. Bang Andi yang biasanya menjadi orang yang paling tenang dan tegar, aku lihat beberapa kali mengambil sapu tangan dari kantong sebelah kanan celana hitam yang dikenakannya. Dia mengusap air mata di pipinya. Dia juga membersihkan air yang keluar dari hidungnya. Matanya juga tampak merah. Suasana pilu ini memang meluapkan emosi setiap orang yang ada di sini.
“Mbak… minta tolong geser sedikit,” suara Dirga yang ada di belakangku tiba-tiba membuyarkan konsentrasi dan mengusik kesedihanku.
Dia memintaku geser sedikit agar bisa leluasa mengambil foto momen ketika Om Yonis berada dekat dengan jasad Mele dan meratapinya. Foto itu pasti sangat humanis dan menyentuh emosi pembaca ketika diterbitkan.
Sementara itu, Om Yonis yang ingin menggapai jasad putrinya sudah dipegangi lagi oleh anggota polisi yang bertugas. Bang Udin pun sudah bisa mengendalikan suasana di sekelilingnya.
“Pak… Jenazah kita tutup ya karena akan segera kita bawa ke RSBP,” kata Bang Udin lagi kepada Om Yonis.
Perkataan itu ternyata disambut dengan isak tangis yang lebih menderu dari Om Yonis. Dia seolah tidak terima dengan semua ini.
“Mele….. Oh anakku… Mele… Papa sayang Mele… Mele..,”seru Om Yonis berkali-kali.
BERSAMBUNG…
Advertisements

One thought on “#DAY14 : Tangisan Om Yonis Sangat Memilukan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s