#DAY13 : Leher Mele Penuh Darah

Cerita sebelumnya wajib dibaca di sini!

die
Ilustrasi bersumber dari Shutterstock dan sudah diolah.

OM Yonis nyaris pingsan. Badannya langsung lunglai terduduk di atas tanah. Tangannya yang awalnya dipegangi seorang anggota polisi terlepas dengan refleks.  Dia tersimpuh berlutut begitu melihat wajah jasad belia yang tewas telungkup di sekitar Waduk Sei Ladi itu, dibalikkan.

“Astaghfirullah… Ya Allah, kenapa jadi begini… Anakku, Mele,” ratapan Om Yonis begitu piluh dan penuh lara.
Duka yang sangat mendalam dan mengagetkan. Dia tidak menyangka sama sekali putri sulungnya yang baru saja duduk di bangku SMA meninggal dengan cara begini.
Saking dukanya, Om Yaris seolah ingin memeluk jasad anaknya yang sudah kaku, namun tak kuasa karena lemas melihat semua itu. Bahkan, isak tangisnya pun sungguh dalam hingga dia tak lagi mampu mengeluarkan suaranya.
Aku pun tak kuasa menahan air mata melihat kesedihan Om Yonis. Sambil berusaha menahan air mataku agar tidak semakin deras turun ke pipi, aku berusaha tetap mengabadikan apa yang terjadi.
Aku juga terus merekam kata demi kata yang diucapkan Om Yonis. Ratapannya adalah duka bagi siapa saja yang ada di sana.
Lebih mengejutkan lagi, saat wajah dan tubuh Mele dibalikkan, tampak dengan jelas di bagian leher Mele berlumuran darah yang sudah mengering.
“Ya Allah, kemungkinan belia mungil ini dihabisi dengan melukai bagian lehernya. Sungguh keji,”gumamku.
Melihat aku begitu terbawa suasana, Bang Andi kembali menghampiriku. Dia menepuk pundakku dan mengulang kata-kata yang kerap diucapkannya.
“Sudah-sudah, sadar-sadar, kita sedang kerja. Jangan terbawa suasana.”
Di tengah rasa sedihku dan badanku yang gemetaran, aku melihat rekan fotogrsferku, Dirga dari Media X-File sudah berada di lokasi. Syukurlah, ini berarti beban kerjakan untuk memoto-moto berkurang, dan aku bisa fokus untuk mengamati suasana dan wawancara orang-orang yang berkompeten.
Di dekat jenazah Mele, Tim Inafis dengan teliti mengumpulkan setiap benda yang kira-kira berhubungan dengan korban sebagai barang bukti. Tim itu juga sibuk mengabadikan baik melalui foto maupun video setiap inci dari kondisi Mele.
Sementara sang ayah, masih menangis sangat dalam ditemani seorang anggota polisi.
“Pak jenazah akan kami masukkan ke kantong dan langsung kami bawa ke RSBP,” kata Bang Udin sangat lembut kepada Om Yonis.
Om Yonis tidak menjawab apapun, melainkan hanya sebuah anggukan.
BERSAMBUNG. . . 
Advertisements

2 thoughts on “#DAY13 : Leher Mele Penuh Darah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s