#DAY12 : Astaqhfirullah…. Saya Tahu Itu Anak Saya!

Cerita sebelumnya wajib dibaca di sini!

mayat1
Sketsa diambil dari merdeka.com

KETIKA kami sedang khusuk mendengarkan detail cerita Pak Asrun dan Pak Yusron, saya lihat dari kejauhan telah datang rombongan Inafis Polresta Barelang. Warga pun semakin ramai mendatangi lokasi kejadian. Namun petugas polisi yang sudah ada di lokasi kejadian telah menyeterilkan lokasi tersebut sejauh radius 20 meter.

Ada tiga orang anggota Inafis yang datang bersama dengan lima tambahan anggota polisi. Tampak juga seorang pria berkaus oranye dan bercelana panjang jeans. Pawakannya tidak begitu tua. Aku taksir usianya sekitar 40-an tahun.
“Pinggir-pinggir, jangan dekat-dekat. Kasih jalan di areal ini ya!” seru Bang Aad kepada warga yang mencoba mendekati lokasi mayat gadis belia itu.
Karena Tim Inafis sudah mendekat, kami meenyudahi wawancara dengan Pak Asrun dan Pak Yusron.
Semua awak media langsung kembali mendekati mayat yang masih tertelungkup di sana sambil mengabadikan detik demi detik saat Tim Inafis sampai di lokasi mayat tersebut.
“Pak, Bapak harus tenang. Kami akan membuka jaket penutup kepala anak ini. Kemudian kami akan membalikkan tubuhnya,” kata seorang anggota Inafis yang bernama Khairuddin. Saya biasa menyapanya dengan sebutan Bang Udin. Dia memang salah satu anggota Inafis andalan Polresta Barelang.
Pria berkaos oranye itu tampak lemas. Dia dipegangi oleh seorang anggota polisi. Dari Bang Aad, aku tahu dia ternyata Om Yonis, ayah dari Mele.
“Ya Allah…. Ya Allah…. Siapa yang begitu tega dengan anak saya…. Dia masih kecil.. Ya Allah… Astaqhfirullah…Astaqhfirullah…. Saya tahu itu anak saya,” kata Om Yonis meratapi jasad itu.
Meskipun posisi jasad itu masih telungkup, tapi dia sangat yakin bahwa itu adalah tubuh Mele yang sudah menghilang sejak Sabtu pagi dan kini ditemukan membujur kaku.
“Tolong pegangi ayahnya. Kita akan segera membalikkan tubuhnya,” pinta Bang Udin dengan tegas.
Sementara itu, warga  semakin ramai datang dan terus ingin mendekat melihat langsung wajah jasad ini. Bang Aad bersama anggota polisi lainnya terdengar agak kewalahan menahan warga yang terus meringsek.
“Di sini saja semuanya, jangan mendekat lagi. Tolong ya… Tolong kerjasamanya,” kata-kata itu terus diulang Bang Aad dan rekan-rekannya.
Di lokasi tempat mayat, kami semua sudah mengelilingi jasad tersebut. Bang Udin membuka jaket yang menutupi kepala remaja putri tersebut. Kemudian memegang kepala dan badannya. Sementara ada satu anggota lain memegang bagian kaki. Dia sempat menurunkan rok sekolah gadis itu yang sebelumnya tersingkap ke atas.
“Tolong ayahnya dipegang ya!” Pinta Bang Udin lagi kepada seorang anggota polisi yang bertugas  memegangi Om Yonis.
Di samping Bang Udin, anggota lain juga telah menyiapkan satu kantong jenazah warna oranye. Kantong itu sudah dibuka dan siap mewadahi jasad tersebut.
“Ayo kita balik, kemudian kita masukkan ke kantong jenazah,” kata Bang Udin.
Semua awak media sibuk mengabadikan kejadian ini, termasuk aku. Aku sendiri merasa gemetaran menyaksikan peristiwa ini. Apa yang terjadi dengan gadis ini dan bagaimana wajahnya?
“Bismillahirohmanirohim,” bersamaan dengan ucapan itu, Bang Udin dan satu rekannya membalikkan tubuh remaja belia tersebut.
BERSAMBUNG. . .
Advertisements

One thought on “#DAY12 : Astaqhfirullah…. Saya Tahu Itu Anak Saya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s