#DAY10 : Roknya Tersingkap ke Atas dan . . .

Cerita sebelumnya wajib dibaca di sini!

young lady
Sketsa diolah dari Pinterest

KONDISI jasad remaja belia ketika ditemukan di sekitar Waduk Sei Ladi sungguh memprihatinkan. Selain masih mengenakan seragam sekolah putih dan abu-abu, sekujur tubuhnya tampak sangat kotor dengan lumuran tanah dimana-mana.

Yang membuat darahku sangat ser-seran, saat memperhatikan dengan seksama kondisi mayat itu, ternyata roknya tersingkap ke atas, dengan celana dalam yang tidak lagi ditempatnya.

“Ya Allah…. sungguh tega yang berbuat ini. Dia masih anak-anak,”kataku dengan suara yang agak keras sambil terus mengabadikan apa pun yang aku lihat di lokasi penemuan mayat ini.

Tidak aku sadari ternyata air mata sudah menetes. Aku memang tidak bisa menahan emosi jika melihat kejadian seperti ini. Syaraf di otakku langsung berpencar kemana-mana. Ada yang sedang memikirkan kesedihan Tante Tati, ibunda Mele, jika seandainya jasad ini benar-benar Mele. Ada yang membayangkan kesadisan orang yang begitu tega kepada belia mungil ini. Ada pula yang tetap fokus melihat apa yang terjadi.

“Ria, jangan berlama-lama memandanginya. Ayo kita wawancara dua pria itu.” Pikiranku langsung tersadar ketika mendengar ajakan Bang Andi. Dia menepuk punggungku sembari berkata,”Sudah-sudah, jangan terbawa suasana.”

Bang Andi adalah rekan jurnalis dari media online nasional. Dia merupakan salah satu kontributor di sini. Orangnya selalu care dengan rekan seprofesi. Aku memang kerap berada di lapangan bersamanya.

“Iya Bang, ayo kita wawancara sebelum Tim Inafis datang sebentar lagi,”kataku menjawab ajakannya. Tapi sebelumnya, aku masih menyempatkan diri mengirim beberapa foto ke email redaksi dan sejumlah keterangan pendek-pendek dari hasil pantauan mata agar bisa dioleh oleh para editor untuk ditayangkan di portal x-file.com.

Posisi mayat gadis muda itu masih berada di tempatnya dan tidak ada yang berani menyentuh sedikitpun. Semua orang yang ada di lokasi tetap menunggu Tim Inafis datang.

Aku, Bang Andi, dan beberapa rekan media lainnya langsung mendekati dua pria yang pertama kali menemukan jenazah itu. Keduanya bernama Asrun (50 tahun) dan Yusron (40 tahun). Mereka adalah abang adik yang hendak pergi memancing pagi tadi.

Kami menanyai keduanya  sambil berdiri di bawah yang tidak begitu rindang. Matahari yang mulai meninggi, panas sinarnya sangat terasa di punggungku. Posisi berdiriku kebetulan tidak tepat di bawah pohon tersebut.

 

Pak Asrun dan Pak Yusron pun bergantian menceritakan kronologi sampai mereka bisa menemukan jasad remaja ini!

Pagi-pagi tadi, kata Pak Asrun, dirinya dan Pak Yusron berangkat dari rumah sekitar pukul 07.30 WIB. Rumah mereka bersebelahan dan beralamat di Batuaji. Jarak dari rumah ke Waduk Sei Ladi bisa ditempuh sekitar 30 menit naik motor.

Sesampainya di Waduk, keduanya memakirkan motor di semak-semak sekitar 50 meter dari jalan raya. Kemudian jalan menuju ke sumber air. Namun, di tengah perjalanan, mereka nampak anak sekolah tergeletak.

“Kami tadi jalan agak atas sana, tapi dari kejauhan nengok kok ada  anak sekolah tergeletak pagi-pagi begini. Awalnya kami tidak tahu ini mayat perempuan, yang kelihatan dari jauh hanya ada anak sekolah tergeletak,”kata Pak Yusron membeberkan.

BERSAMBUNG…

 

Advertisements

One thought on “#DAY10 : Roknya Tersingkap ke Atas dan . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s