#DAY9 : Astaghfirullah, Tubuh Mungilnya Tergetak di Sei Ladi

Cerita sebelumnya wajib dibaca di sini!

die
Ilustrasi bersumber dari Shutterstock dan sudah diolah.

TUBUHKU begitu gemetaran memikirkan jasad yang ditemukan di sekitar Waduk Sei Ladi. Ujung jariku dingin dan telapak tanganku pun basah karena berkeringat. Jantungku berdegup sangat kencang. Rasa-rasanya ingin duduk menenangkan diri di rumah. Tapi itu satu hal yang tidak mungkin dengan kondisi begini. Liputan ini sangat penting!

Perasaan yang begini selalu menderaku jika aku sedang dalam kondisi sangat takut atau sedang khawatir tingkat tinggi. Secara psikologi, sebenarnya aku sedang stres ringan.
Tanpa ingin membuang waktu sedikitpun aku langsung memacu motorku menuju Sei Ladi.
“Bismillahirrahmanirrahim, semoga tidak macet sehingga cepat sampai tujuan,” doaku di awal perjalanan.
Benar saja, semua perjalanan berlangsung lancar. Bahkan lampu merah pun seolah-olah berpihak kepadaku. Tiga simpang lampu merah yang aku lalui untuk sampai ke Sei Ladi, semuanya berwarna hijau . Ini berarti, aku tidak perlu berhenti dan waktu pun bisa dihemat sekian menit.
Tepat sekitar 50 meter di ujung Jembatan Sei Ladi, aku melihat dua mobil patroli polisi sudah terparkir di pinggir jalan. Di sana juga mulai ramai kerumunan warga. Sudah terparkir pula satu unit mobil jenazah.
Aku pun bergegas memakirkan motorku di sisi kiri dekat mobil patroli polisi yang parkir di pinggir jalan. Aku selalu memakirkan motorku di dekat mobil polisi jika sedang ada kejadian seperti ini, dengan harapan bisa lebih aman dari tangan-tangan tidak bertanggungjawab, termasuk aman dari maling motor.
Di sini aku bertemu dengan beberapa rekan sesama jurnalis dari media lain baik cetak, online, dan televisi. Bersama mereka, aku langsung turun dan jalan menyusuri semak-semak yang menjadi tempat ditemukannya sesosok mayat.
Kami pun jalan bersama beberapa anggota polisi, tepatnya dari Tim Buser Polsek Sekupang dan Polresta Barelang.
Lumayan jauh kami menyusuri semak-semak belukar itu, kurang lebih 200 meter dari jalan raya. Begitu sampai lokasi, sudah ada dua anggota Buser yang mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) agar tidak sembarang orang bisa mendekati lokasi.
Di sana juga sudah ada dua warga. Keduanya adalah laki-laki yang menjadi orang pertama yang menemukan sosok mayat ini. Kami berbaur dengan para anggota Buser dan kami mendekati jasad itu.
“Astaghfirullah…. Ternyata mayat seorang wanita muda,” kataku.
Dia sangat belia. Tubuhnya mungil dan tidak terlalu tinggi. Aku menduga usianya baru belasan tahun. Posisinya telungkup sehingga kami tidak bisa melihat wajahnya.
Yang paling mengejutkanku adalah dia mengenakan seragam sekolah putih dan abu-abu.
“Ya Allah, apakah ini jasad Mele,” gumamku dengan tangan yang masih gemetaran. Tidak hanya aku yang terkejut dengan temuan mayat remaja belia ini, apalagi masih mengenakan seragam sekolah SMA. Rekan-rekan sesama wartawan juga berkali-kali mengucapkan Istighfar dan keheranan mereka.
Meski begitu, kami tetap menjalankan pekerjaan dengan sebaik mungkin. Kami pun sibuk mengambil foto-foto jasad tersebut dan lokasi penemuannya. Semua angle kami foto. Entah berapa puluh jepretan kami lakukan.
“Kemungkinan ini adalah jasad siswi SMA yang dilaporkan hilang kemarin,” kata seorang anggota Buser dari Polsek Sekupang.
Namanya anggota Buser itu adalah Brigadir Adrian tapi kami biasa memanggilnya dengan sebutan Bang Aan. Orangnya baik, low profile dan tidak pelit berbagi informasi meskipun info darinya pasti dia label dengan off the record. Minimal informasi apapun dari Bang Aan bisa kami jadikan sebagai back ground informasi yang harus dicari kelengkapannya dari nara sumber yang berkompeten.
Saat itu, anggota polisi yang ada di lapangan bersama kami belum bisa membalikkan jasad remaja putri itu karena masih menunggu tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis). Yang bisa dilakukan anggota Buser adalah mengamankan lokasi tempat penemuan dan memberikan garis pengaman.
BERSAMBUNG…
Advertisements

One thought on “#DAY9 : Astaghfirullah, Tubuh Mungilnya Tergetak di Sei Ladi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s