Pilih Suami Impian, yang Baik atau Ganteng?

Ilustrasi pernikahan. Foto diambil dari Dailymoslem

MAMA-MAMA dan bunda-bunda, dulu sebelum menikah, impiannya ingin punya suami seperti apa ya? Yang baik atau yang ganteng? Jawabnya jujur ya dan hanya boleh memilih satu di antara dua pilihan.
Kok gak boleh pilih dua-duanya? Ya iyalah, pastinya hampir semua wanita itu menginginkan suami yang baik dan ganteng kan? Itu memang kondisi ideal. Tapi dalam hidup ini, tidak semua hal bisa kita dapatkan dalam kondisi edeal begitu. Ada kalanya kita harus memilih di antara dua pilihan yang sebenarnya kita sangat menginginkan kedua-duanya itu, benar kan?

Survei Sederhana

Nah, saya sempat melakukan survei sederhana kepada 15 orang teman wanita yang sudah menikah dengan pertanyaan yang sama yakni “Dulu sebelum menikah, impiannya ingin punya suami yang ganteng atau baik? Harus pilih salah satu ya…..!” Pertanyaan itu saya sebar ke lima group group WA yang anggotanya banyak mama-mama dan saya hanya mengambil sampel 15 responden saja.
Setelah saya hitung, mayoritas (13 wanita) memang memimpikan suami yang baik, satu responden memimpikan suami yang ganteng, dan impian satu responden lagi dapat suami yang kaya (satu responden ini memang menjawab di luar pilihan, hehehe).
Lalu, 8 dari 13 responden itu, ada yang menambahi jawabannya begini, “Pilih yang baik, bonusnya ganteng.” (Hehehe ada-ada saja ya!).
Ada pula satu dari 13 yang pilih suami baik itu dengan menambahkan jawabannya seperti ini: ”Saya pilih yang baik. Ganteng aja tapi kalau gak tanggungjawab untuk apa. Wajah bisa dipermak, bawa ke salon.”
Wah menarik sekali jawaban para mama-mama dan bunda-bunda ya…. By the way bus way, mengapa sih saya kok kali ini menulis tentang suami impian?

Lelaki yang Diinginkan

Tulisan ini saya tujukan kepada para lelakii yang sedang mendambahkan seorang istri. Bahwa survei sederhana yang telah saya lakukan adalah sebuah gambaran dari para wanita yang sudah berpengalaman dalam rumah tangga, sesungguhnya mayoritas wanita itu adalah menginginkan lelaki yang baik sebagai suaminya.
Soal urusan kegantengan, benar kata satu responden saya itu bahwa kegantengan atau ketampanan itu bisa dipermak di salon. Rambut, kumis, jenggot yang gondrong bisa dicukur sampai rapi baik ke salon atau cukuran rambut sendiri. Wajah yang berjerawat bisa diobati, baju yang kusut dan kusam bisa diganti, dan hal lainnya yang bisa membuat penampilan fisik menjadi menarik.
Tetapi tidak dengan kebaikan. Kebaikan itu datangnya dari hati seseorang. Bagi seorang istri, suami yang hitam legam dengan wajah yang pas-pasan akan menjadi pria paling tampan sedunia jika dia bertanggungjawab terhadap keluarga, sayang istri dan anak, mencukupi nafkah lahir dan bathin, serta tidak suku menyakiti hati pasangannya.
Sebaliknya, meskipun seorang pria itu tampan seperti Tom Cruise, Sakhrul Khan, Yong Jung Hwa, Ari Wibowo, dan lainnya, tetapi jika tidak memberikan nafkah lahir dan bathin kepada istri, tidak sayang anak-anaknya, hobi berselingkuh, berjudi, mabok, dan mengabaikan keluarga, rasanya ia akan menjadi pria paling “jelek” kelakuannya di dunia ini.
Meskipun banyak wanita yang pastinya menginginkan seorang suami yang baik dan ganteng, namun jika memang dihadapkan pada kondisi keharusan untuk memilih, saya yakin banyak wanita akan memilih lelaki yang baik hatinya meskipun tidak ganteng fisiknya.
Lagipula, kegantengan atau ketampanan itu tidaklah abadi karena sangat terpengaruh oleh faktor U alias umur atau usia. Umumnya lelaki itu tampak ganteng saat di bawah usia 40 tahun. Di atas usia itu, biasanya sudah mulai memudar kegantengannya. Kulitnya sudah mulai berkerut, rambut mulai memutih dan botak, serta body yang mulai all pack (bukan six pack lagi). Apalagi jika ternyata di usia itu tidak memiliki penghasilan yang mapan dan harus bekerja di bawah terik matahari, ehmm… kegantengan akan semakin cepat memudar. Benar kan? Silakan lihat pria di kanan-kiri Anda!

Urgensinya Bagi Wanita

Tulisan ini juga sangat penting bagi wanita yang sedang pilih-pilih pasangan hidup. Jika memang kondisinya tidak memungkinkan untuk memiliki calon suami ideal yang baik dan ganteng, melainkan harus memilih salah satunya, saya menyarankan pilihlah lelaki yang baik. Alasannya, persis seperti yang sudah diutarakan di atas.
Lantas, bagaimana jika analoginya dibalik. Jika kegantengan bisa dipermak, apakah kebaikan tidak bisa? Ehmm, rasanya sulit ya walaupun itu bukan sesuatu yang mustahil karena kebaikan itu memang datangnya dari hati seseorang.

Memang ada keyakinan bahwa seseorang bisa berubah dari tidak baik menjadi baik dan sebaliknya. Namun, mengubah watak seseorang yang tidak baik menjadi baik membutuhkan waktu yang tidak sebentar dibandingkan mempermak seseorang yang tidak ganteng menjadi ganteng. Benar tidak? Coba analisis contoh-contoh pria yang ada di sekitar Anda.

Lalu, saya sendiri dapat suami yang seperti apa ya? Nah kalau itu bisa dibaca di artikel saya ini(sri murni)

Advertisements

13 thoughts on “Pilih Suami Impian, yang Baik atau Ganteng?

  1. Pd akhirnya wanita wanita yg gila dgn kegantengan semata milih lelaki baik ketika dia mengalami kegagalan.
    Ganteng bukan dosa hehe…Tp bisa jd sumber masalah ketika ada yg menggoda..Atau pria main gila
    Ganteng Tp baik adalah kesempurnaan…Tuk dpt pria spt itu wanita jg harus ukur diri dan tentu dia harus sempurn jg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s