Begini Loh Rasanya Bekerja sebagai Editor Tanpa Tombol U dan I

keyboard

PERNAHKAH Anda yang setiap hari bekerja di depan komputer maupun laptop mendapati satu atau dua tombol huruf pada keyboard tidak berfungsi?

Bagaimana rasanya?

Nah,  selama tiga hari dari Sabtu, Senin, dan Selasa (Minggu libur) (11,13,14/6/2016), saya melakukan percobaan secara tidak sengaja karena memang keyboard komputer saya bermasalah.

Sebagai editor media online, kebutuhan akan keyboard tentu saja sangat krusial.

Kejadian pertama saya alami pada Sabtu (11/6/2016) sore, sekitar setengah jam sebelum jam kerja berakhir.

Secara tiba-tiba, entah kenapa, keyboard merek Accer original yang saya pakai tidak bisa berfungsi tombol spacenya. Seketika saya memang panik karena ada sejumlah berita yang harus saya edit dan upload.

Tanpa tombol space, bagaimana saya bisa bekerja? Tombol apa yang harus saya gunakan untuk memberi jarak satu kata dengan kata lainnya?

Saya memang tidak ada ide saat itu.

Tidak lama kemudian, tidak hanya tombol space yang bermasalah, ternyata tombol huruf N dan B juga tidak berfungsi.  Kondisi ini memang sangat parah untuk pekerjaan saya.

Secara otomatis saya tidak bisa bekerja sama sekali.

Beruntung saya bekerja di media dengan jaringan group yang sangat besar .

Apa yang saya lakukan di setengah jam terakhir jam kerja adalah copy dan paste (copas) berita dari group media tersebut tanpa bisa mengubah apapun, baik judul maupun isinya.

Setidaknya ada dua berita yang terpaksa saya copas dari kompas.com tanpa editing judul dan isinya di hari itu.

Sebenarnya solusinya sangat gampang, saya tinggal mengganti keyboard dengan yang baru.

Tapi saya terpikir untuk melakukan percobaan bekerja dengan gangguan fungsi keyboard.

Memasuki hari Senin (13/6/2016), saya ragu untuk melanjutkan eksperimen saya itu.

Saya pun mengganti dengan keyboard Accer yang lain. Saya tetap gunakan Accer karena perangkat komputer saya mulai dari CPU sampai monitornya adalah Accer juga.

Setelah saya ganti keyboard, eh ternyata keyboard Accer itu juga bermasalah. Malfunction juga.

Kali ini tombol huruf U dan I yang tidak berfungsi, sementara tombol lainnya termasuk space bekerja dengan sangat baik.

Ah…secara tidak sengaja saya harus melanjutkan eksperimen kerja dengan malfunction tombol keyboard.

Tidak berfungsinya tombol U dan I ternyata masih jauh lebih baik ketimbang tombol space yang tidak berfungsi.

Dengan tomol U dan I yang rusak, buktinya saya tetap bisa bekerja mengedit dan mengupload berita, meskipun waktu yang dibutuhkan lebih panjang.

Jika tombol keyboard semuanya normal, biasanya saya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk mengedit dan mengupload satu berita, termasuk foto-fotonya.

Nah, tanpa dua tombol tersebut waktu yang dibutuhkan menjadi dua kali lipat, bahkan bisa lebih jika tulisan membutuhkan permak sana-sini.

Bayangkan untuk menulis satu kalimat, misalnya,” Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapperda) DPRD Kota Batam menunggu rekomendasi Menteri Dalam Negeri ‎terkait rencana pemekaran wilayah Batam,” ada berapa banyak I dan U yang hilang?

Setelah dihitung ternyata ada 4 huruf U dan 5 huruf I.

Lalu bagaimana saya mengatasinya? Salah satunya adalah dengan copy dan paste huruf yang hilang dari naskah yang tersedia.

Jika dihitung dengan jari, jumlah huruf U dan I kalimat tersebut memang cuma 9, tapi bisa dibayangkan dalam satu berita ada puluhan kalimat.

Jika ada 10 kalimat saja dengan rata-rata satu kalimat 9 hilang huruf U dan I-nya maka saya harus copas 90 huruf yang hilang tersebut.

WAH REPOTNYA memang sangat terasa.

Lebih repot lagi, jika huruf yang harus saya copas adalah huruf besar.

Misalnya untuk awal kalimat atau Judul berita yang semua huruf awalnya harus huruf besar.

Yang bisa saya lakukan adalah mencari naskah lain yang ada huruf besar untuk U dan I.

Pada praktiknya, ternyata malfunction huruf I dan U pada keyboard telah membuat hasil editing terkadang menjadi typo, bahkan pada judul.

Syukurlah, eksperimen saya itu hanya mampu saya lakukan selama tidak hari.

Kalau sampai sebulan, sepertinya saya akan stres saat bekerja!(***)


4 thoughts on “Begini Loh Rasanya Bekerja sebagai Editor Tanpa Tombol U dan I

  1. Mangkanya nik klo kerja jangan d banting2 tuh keyboard . . wkwkwk dan jangan pake Acer karena dh dirimu buktikan rusak. Gantilah pake merek lain. . hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s