Drive to Canberra

The exciting place in Sydney

Ini hanya berbagi cerita untuk teman-teman Indonesia yang ingin ke Canberra, Australia.

Dari Jakarta saya berangkat naik pesawat Garuda Indonesia pukul 21.55 WIB. Alhamdulillah tidak delay. So pesawat take off sekitar pukul 22.05 WIB. Karena penerbangan internasional, GA 712 yang saya tumpangi menggunakan pesawat berbadan besar yakni Airbuss 330 yang muatannya sekitar 200-an orang, posisi tempat duduknya 2-4-2, maksudnya, cabin dibagi tiga bagian. Di sisi kiri dan kanan terdapat dua seat, sementara di bagian tengah 4 seat. Saran saya, jika ingin terbang dengan nyantai dan apabila pesawat tidak penuh, mintalah seat tengah karena Anda akan bisa tidur dengan merentangkan kaki di 4 kursi bagian tersebut. Sayangnya, saya sendiri ketika berangkat minta duduk di sisi kanan dan dekat jendela, dengan asumsi agar bisa melihat keluar. Hehehe, apa yang hendak dilihat, kan kita terbangnya malam. Sementara penumpang yang sudah berpengalaman, meminta seat tengah dan mereka bisa tidur dengan damai. Garuda telah menyediakan selimut dan bantal plus monitor di depan tempat duduk untuk hiburan selama perjalanan. Anda bisa main game, nonton film (komedi, horor, romantis, drama keluarga, action, dan lainnya), dan bisa pula sekedar mendengarkan musik. Jangan berharap audio monitor tersebut dapat Anda dengarkan secara langsung, melainkan Anda harus menggunakan headset.

Untuk sampai ke Canberra, dari Jakarta kita ke Sydney dahulu. Penerbangannya memakan waktu sekitar 6 jam 10 menit. Jadi kalau berangkat dari Jakarta pukul 22.00 tiba di Sydney sekitar pukul 04.00. Begitu mendarat di Bandara Kingsport Smith Sydney, matahari sudah panas karena waktu setempat menunjukan pukul 08.15. Perbedaan waktu antara Jakarta dengan Sydney sekitar 4 jam jika di Autralia sedang musim panas, sementara musim dingin, perbedaan waktunya hanya tiga jam. Sebelum mendarat, para pramugari Garuda akan memberikan daftar menu breakfast alias sarapan pagi. Untuk kelas ekonomi seperti yang pernah saya alami, menunya hanya terbagi dua yakni western dengan beef dan kentang serta Indonesia dengan nasi gorengnya. Terserah Andalah mau pilih  yang mana. Setelah sarapan, Anda akan dibagikan holder card, semacam kartu masuk Australia yang berisi tentang diri Anda dan barang bawaan. Kartu ini harus Anda isi sebelum landing.

Jangan Bawa Cairan ke Kabin

Perlu diingat, untuk barang bawaan di dalam pesawat, jangan membawa cairan (apapun) yang isinya lebih dari 100 ml. Jika ada obat-obatan, lengkapilah dengan resep dokter. Sebaiknya barang cairan, makanan olahan (rendang, sayur, dll), buah, obat-obatan, diletakan di bagasi. Jika dibawa ke kabin, urusannya bisa repot. Termasuk jangan membawa air minum baik mineral maupun bentuk lainnya karena pasti lebih dari 100 ml. Jika dibawa, petugas bandara akan meminta Anda meminum minuman tersebut sampai habis atau meninggalkannya di konter pemeriksaan. Jangan khawatir takut haus atau lapar karena selama penerbangan, Garuda akan memberikan makanan dan minuman yang cukup untuk penumpangnya. Minta saja dengan para pramugari.

Begitu landing di Kingsport Smith Airport, langsunglah mengikuti penumpang lain untuk pengecekan imigrasi. Semua petunjuk terpampang di dinding atau di atas plafon. So rajin-rajinlah lirik kanan-kiri untuk mendapatkan petunjuk di airport. Selama pemeriksaan, tunjukanlah paspor dan holder cardnya. Setelah urusan imigrasi selesai, Anda akan langsung menuju tempat pengambilan bagasi yang letakkya tepat di belakang counter imigrasi. Nah Holder card akan digunakan dan diambil petugas pemeriksaan barang. Jangan kaget jika koper dan tas-tas Anda dibongkar untuk dilakukan pemeriksaan. Santai saja karena itu hal biasa. Asalkan Anda tidak membawa barang-barang yang dilarang, semuanya akan aman. Saya sarankan, untuk barang-barang yang sangat pribadi seperti pembalut dan pakaian dalam, sebaiknya dibungkus dalam kantong hitam. So ketika koper dibongkar petugas, benda-benda itu tidak berserakan.

Jika urusan barang bawaan tidak bermasalah, langsung saja menuju konter transit domestic. Biasanya dari Sydney ke Canberra menggunakan pesawat Qantas. Meskipun counter check in domestik Qantas masih satu gedung, tapi jaraknya lumayan jauh. So, siap-siaplah ber capek-capek membawa barang (gunakan troli) sendiri karena di airport Sydney tidak ada yang namanya potter.

Setelah check in domestik beres, Anda akan diantar ke terminal penerbangan domestik menggunakan bus. Jaraknya lumayan jauh, sekitar 1 km. Untuk orang-orang yang tinggi badannya pas-pasan seperti saya (sekitar 150 cm) baiknya cepat-cepat masuk ke dalam bus agar kebagian tempat duduk. Jika tidak, Anda akan berdiri. Anda akan merasa sedih dan kesulitan mencari pegangan, karena pegangan tangan yang biasanya ada di plafon bus, ternyata tidak terjangkau. Tingginya sekitar 180 cm. Jadi bisa dibayangkan, sulitnya mencari pegangan di dalam bus jika posisi berdiri.

Holder Bus yang Terlalu Tinggi

Saya sendiri memang tidak mendapat tempat duduk di dalam bus dan harus berdiri. Waduh….berkali-kali saya hampir terjatuh. Mau tidak mau saya pegang saja penumpang lain yang duduk di kursi di depan saya. Ya tentu saja dengan mengucapkan (sorry…sorry….the hand holder too high for me). Untungnya ada seorang nenek yang duduk di depan saya dan merelakan tas tanggannya saya jadikan pegangan.

Jika pesawat dari Jakarta Anda mengalami penundaan (delay) dan sampai di Sydney pesawat ke Canberra Anda sudah terbang, jangan panik. Tetap lapor ke counter check in domestik karena mereka akan memberikan penerbangan selanjutnya tanpa dikenakan biaya apapun. So….everything is easy…..

Dari bandara Sydney ke Canberra memakan waktu sekitar 1.30 jam. Jika Anda haus, beli saja minuman di bandara tapi jangan dibawa ke pesawat karena dilarang. Untuk jus harganya sekitar 7 dolar Aus.  Selama di ruang tunggu, jangan heran jika Anda menjadi satu-satunya orang Indonesia di tengah-tengah orang bule. Jika di Indonesia, bule selalu menjadi pusat perhatian, nah sekarang waktunya Anda yang menjadi bule dan pusat perhatian bagi mereka. Jangan heran jika Anda menjadi satu-satunya manusia kerdil diantara orang-orang berbadan besar.

Saya telah menunggu di Kingsport Smith Airport selama kurang lebih 3 jam (landing dari Jakarta pukul 8.30 dan take off ke Canberra pukul 11.45). Pesawat domestik Australia ternyata tidak jauh beda dengan Indonesia. Qantas yang saya tumpangi  berjenis pesawat boeing 737-400 dan ketika landing di Canberra, tetap saja seisi pesawat bergoyang-goyang. Plafon dan dinding pesawatnya juga sudah kendor-kendor sehingga berbunyi seperti terkena gempa.

Berebut Bagasi di Landasan

Ada satu hal yang cukup membuat saya heran ketika pesawat mendarat dan para penumpang mulai turun, ternyata bagasi bisa diambil di landasan pesawat dan tidak harus di dalam gedung (tempat pengambilan bagasi). Saya melihat para penumpang berlari-lari dari tangga pesawat menuju mobil pembawa bagasi untuk berebut mengambil koper dan barang lainnya. Karena koper saya berat, ya saya tunggu saja bagasi di baggage claim. (***)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s