Kiat Hadapi Krisis Global ala Faisal Basri

Singapura Resesi, Saatnya Menarik Investor ke Batam

“MANFAATKANLAH kesulitan yang sedang mendera tetangga (Malaysia dan Singapura), sehingga krisis ekonomi global bisa diubah dari bencara menjadi peluang.” Inilah sepenggal kalimat berisi pesan dari pengamat ekonomi kenamaan Indonesia, Faisal Basri, untuk Batam. Karena Singapura sedang resesi bahkan angka pertumbuhan ekonominya diperkirakan minus 2,5 persen pada 2009 ini, begitu juga dengan Malaysia, saatnya bagi Batam mengambil peran dan kesempatan. Apa peran dan kesempatan itu? Faisal Basri yang datang ke Batam dalam rangka seminar pembukaan rapat paripurna Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam di Hotel Novotel Batam, Kamis (4/2), mengajak seluruh pihak di Batam baik pemerintah maupun swasta, berusaha menarik investor yang ada di dua negara itu ke Batam. “Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2009 ini di atas negara-negara Asia. Kalau Singapura minus, ekonomi kita masih bisa tumbuh 5,7 persen,”ujar Faisal yang disambut tepuk tangan peserta seminar. Bagaimana cara menarik investor? Pengimplementasian free trade zone (FTZ) merupakan satu cara jitu. Asalkan pelaksanaannya jangan berlarut-larut karena Batam bisa kehilangan momen. Diperkirakan, Singapura akan mengalami masa resesi dalam masa lama karena ekonominya sangat tergantung dengan Amerika Serikat (AS). Sementara kondisi ekonomi AS saat ini tidak lebih baik dari negeri jiran tersebut. Faisal memaparkan, ekonomi AS mengalami pertumbuhan minus 1,6 persen. Sementara Jepang, minus 2,6 persen. Kedua negara ini merupakan penyumbang investasi terbesar di Singapura. “Jika pertumbuhan ekonomi Singapura minus, mengapa tidak kita giring mereka untuk berpindah ke Batam. Di Batam upah lebih rendah,”tambahnya. Tapi, pemerintah harus serius menggarap momen ini. Jangan setengah-setengah dan mesti memberikan kemudahan birokrasi. Perlu diingat, investasi yang ditarik dari negeri jiran janganlah dalam bentuk saham atau obligasi, melainkan diwajibkan investasi langsung atau Forign Direct Investment (FDI). Jika tidak, akan sangat memudahkan investor meninggalkan Batam bahkan Indonesia. “Kalau sudah FDI, begitu ada masalah tidak mungkin mereka (investor) mudah pergi begitu saja karena mereka memiliki aset-aset. Tapi kalau hanya saham dan obligasi, begitu ada gonjang ganjing, mereka dengan sangat mudah memindahkan investasinya,”tegas Faisal. Perekonomian Indonesia memiliki fundamental yang sangat kuat untuk menghadapi krisis ekonomi sekarang. Sangat berbeda dengan 10 tahun lalu. Setidaknya ada tujuh fundamental kekuatan ekonomi Indonesia, diantaranya, ekonomi Indonesia tidak terkait langsung dengan AS. Selain itu, angka inflasi Indonesia sudah mulai turun seiring dengan turunnya harga minyak dunia dan beberapa komoditas. Peran ekspor Indonesia di dunia juga sangat kecil. Ditambah sektor bisnis keuangan (perbankan) Indonesia dalam keadaan sangat baik. Ini ditandai dengan kecilnya angka kredit bermasalah yang besarnya 4 persen. “Yang membuat kredit macet terbesar hanya ada dua di Indonesia yakni PT Bosowa dan Bukaka milik Wapres (Jusuf Kalla),” ungkap Faisal yang diiringi tawa dari para peserta. Pemerintah juga telah menaikkan dana stimulus pada 2009 ini dari Rp 27 triliun menjadi Rp 73 triliun. Meskipun angka ini sangat kecil dibandingkan stimulus yang disiapkan negara lain, seperti Cina yang mencadangkan 586 miliar dolar AS, namun kebijakan pemerintah sudah lebih maju. “Kalau nilai tukar rupiah kita masih lemah, jangan dijadikan kendala. Justru ini peluang menarik wisatawan asing ke Batam. Kan mereka bisa belanja lebih banyak di Batam karena punya banyak uang,”papar Faisal. Ia menambahkan, sebaiknya Batam tidak hanya berorientasi industri ekspor tapi mulailah melirik pasar dalam negeri. Tidak perlu menyeberang jauh-jauh, pasar Sumatera saja sudah sangat besar. Jika produk yang dihasilkan Batam dipasarkan ke dalam negeri, dampak krisis akan sangat kecil terasa. Acara rapim Kadin Batam dibuka Wali Kota Batam Ahmad Dahlan. Acara ini diikuti lebih dari 100 anggota Kadin Batam. Menurut sang Ketua, Nada Faza Soraya, pada rapim 2009 ini merumuskan beberapa strategi memajukan ekonomi Batam. Pertama, merancang program pariwisata untuk menyukseskan Visit Batam 2010 dan pemberdayaan UMKM masyarakat pesisir. Untuk mendukung pariwisata, Kadin Batam mengundang para investor dari Timur Tengah pada 11 Maret mendatang. “Mereka akan mengunjungi central-central UMKM dan berkeliling objek wisata di Batam. Diharapkan setelahnya ada kerjasama yang saling menguntungkan,”kata Nada. (nix)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s