Catatan Uji Sinyal Telkomsel Padang-Pekanbaru

Sinyal Kuat, Sepanjang Jalan Bisa Ikuti Kuis

KOMITMEN Telkomsel untuk menjangkau sampai ibukota kecamatan-kecamatan se-Indonesia, sudah dibuktikan dengan perjalanan uji sinyal atau drive test yang dilakukan managemen bersama wartawan se-Sumatera, dengan menempuh perjalanan bus dari Kota Padang-Bukit Tinggi-Pekanbaru.

BUS pariwisata berkapasitas 40 orang, mulai bergerak dari Hotel Ambacang Kota Padang, tempat menginapnya para peserta uji sinyal, sekitar pukul 07.50 WIB, Sabtu (19/4). Bus berwarna hitam itu berisikan 22 wartawan dari berbagai media yang ada di Sumatera, mulai dari Lampung, Palembang, Padang, Pekanbaru, Batam, dan Medan.
Di dalam angkutan ber-AC itu juga terdapat jajaran pimpinan managemen Telkomsel diantaranya, Ahmad Yunus selaku Vice President Telkomsel Area Sumatera, Rukmono (GM Telkomsel Sumatera Bagian Utara), Gatut Hadi Widodo (GM Telkomsel Sumatera Bagian Tengah), Androw Thaft (Vice President Network Operation Telkomsel), Sigit Rianto (GM Network Operation Area Sumatera Bagian Tengah), dan beberapa karyawan lainnya.
Sebelum berangkat, bus telah dilengkapi alat-alat untuk memantau sinyal Telkomsel sepanjang rute yang akan dilalui. Di atas meja di depan tempat duduk paling depan, telah diletakkan dua laptop lengkap dengan program-grogram yang diperlukan. Laptop telah tersambung dengan beberapa unit alat lagi yang diperlukan untuk mengetahui kekuatan sinyal, termasuk diantaranya antena yang dipasang di atas pintu bus bagian depan.
Dua teknisi Telkomsel pun telah berada di depan laptop tersebut yang turut didampingi Sigit Rianto. Para wartawan pun tidak mau ketinggalan. Begitu bus melaju dengan santai dan hanya berkecepatan sekitar 60 km per jam, insan media juga ikut memelototi peralatan uji sinyal yang disediakan Telkomsel, secara bergantian.
Beberapa peserta yang merasa tidak nyaman berdiri untuk melihat kekuatan sinyal melalui laptop di sepanjang jalan, dari tempat duduk masing-masing mereka tetap memperhatikan kekuatan sinyal melalui handphone yang dibawa.
“Dari Padang ke Bukit Tinggi sinyalnya kuat ya. Rata-rata 6-7 bar,”kata Rilis, peserta dari Lampung Pos. Bukti kekuatan sinyal sepanjang jalan kedua kota tersebut juga dibuktikan dengan acara drive quiz yang ditaja Telkomsel untuk para peserta.
Di atas bus, Hadi selaku Corporate Communication Telkomsel Area Sumatera Bagian Selatan yang merangkat MC, memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar Telkomsel. Para peserta menjawabnya melalui SMS yang dikirimkan ke nomor SMS Centre.
Selain menguji pengetahuan peserta tentang Telkomsel, untuk memenangkan kuis diperlukan kecepatan dan jawaban yang benar. “Jawaban yang paling cepat masuk dan benar, akan mendapatkan point. Point tertinggilah yang akan menang,”kata Hadi.
Dengan antusias para peserta menyimak setiap pertanyaan dan menjawabnya seakurat dan secepat mungkin. Gelaran kuis memang cara ampuh menghidupkan suasana di perjalanan. Medan Padang-Bukit Tinggi yang berkelok-kelok tidak begitu terasa, karena perhatian tertuju pada acara kuis, sambil membuktikan kekuatan sinyal Telkomsel.
Selain kuis yang dikirimkan ke SMS Centre, peserta juga disuguhi kuis yang dijawab langsung ke nomor HP salah seorang managemen Telkomsel. Peserta yang jawabannya paling cepat masuk ke nomor panitia dan benar mendapatkan hadiah langsung.
Tidak terasa, sekitar 2 jam 45 menit bus menyusuri jalan-jalan berkelok, rombongan telah sampai di depan pelataran Jam Gadang, Bukit Tinggi. Di tempat ini telah menanti sebuah tenda yang dibawahnya lengkap dengan peralatan video conference.
Program uji sinyal merupakan kegiatan nasional yang dilakukan serempak se-Indonesia. Selain perjalanan Padang-Bukit Tinggi-Pekanbaru, ada beberapa kota yang juga menggelar acara serupa. Yakni dari Malang ke Yogyakarta, Bandung ke Bogor, Makasar, Parepare, Balikpapan.
Di bawah tenda itu pula, uji teknologi 3G (generasi ke-3) dilakukan dengan melakukan video conference antara peserta di Bukit Tinggi dengan peserta di Yogyakarta, tepatnya di Keraton Yogya.
Awalnya, direncanakan video conference dilakukan secara serempak dengan menghubungkan kelima titik di kota-kota tersebut. Sayangnya, beberapa saat hendak dimulai terjadi gangguan alam berupa hujan deras dan angin yang mengakibatkan gangguan teknis. Padahal sebelum hujan, peserta di kelima kota telah tersambung melalui video conference uji coba.
Alhasil laporan dilakukan hanya melalui dua video conference antara Ahmad Yunus di Bukit Tinggi dan managemen Telkomsel di Yogyakarta. Selepas uji sinyal jaringan 3G, perjalanan dilanjutkan ke Pekanbaru. Bus meluncur sekitar pukul 14.45 WIB yang dilepas dengan cucuran hujan sepanjang jalan.
Membuang kebosanan, kuis-kuis tetap dilakukan. Karena medannya lebih berat, tidak hanya jalan yang berkelok-kelok tetapi juga dirimbuni pepohonan dan kanan-kiri hutan lebat, para peserta pun lebih teliti memelototi sinyal Telkomsel sepanjang jalan.
Di sepanjang jalan dari Bukit Tinggi ke Pekanbaru, sinyal Telkomsel memang tidak sekuat rute sebelumnya. Di beberapa titip masih terdapat blank spot alias tidak ada sinyal. Diantaranya di Kelok 9, Hulu Aie, dan memasuki 13 Koto Kampar. Namun blank spot tidaklah berlangsung lama, hanya berkisar 2 menit. (sri murni)
Bagikan Bantuan Rp 82 Juta

UJI SINYAL sinyal atau drive test yang dilakukan managemen Telkomsel bersama 22 wartawan se-Sumatera dari Padang-Bukit Tinggi-Pekanbaru, tidak sekedar menguji kekuatan jaringan, sekaligus melakukan aksi peduli sosial. Telkomsel bersama mitranya Ericson menyerahkan bantuan senilai Rp 82 juta yang direalisasikan Rp 50 juta untuk tong sampah dan Rp 32 juta diberikan kepada empat panti asuhan.

RAUT muka Hj Djusni yang keriput, langsung tampak sumringah begitu pembawa acara Hadi yang juga Corporate Communication Telkomsel Area Sumatera Bagian Selatan, mengumumkan Panti Asuhan Ikhwanu S-Shafa sebagai penerima sumbangan.
Sambil tersenyum-senyum, nenek berusia 77 tahun itu menaiki panggung bersama tiga penerima bantuan lainnya. Gigi putihnya pun tampak bersinar diantara kulit wajahnya yang tak lagi mulus. Senyumnya kian kembang, tatkala Hadi menjelaskan setiap panti asuhan yang akan menerima dana tunai sebesar Rp 8 juta.
“Alhamdulillah…Alhamdulillah…terima kasih Pak,”kata-kata itu berulang diucapkan wanita yang tetap terlihat energik itu saat menerima secara simbolis bantuan yang disampaikan langsung Vice President Telkomsel Area Sumatera Ahmad Yunus. Acara penyerahan berlangsung di pelataran Bukit Tinggi, Sabtu (19/4).
Seusai turun dari panggung, kepada Tribun, Djusni mengungkapkan dirinya sangat senang menerima dana bantuan tersebut. Sebab, saat ini Panti Asuhan Ikhwanu S- Shafa yang beralamat di Desa Ladi Mando Kenagarian Lasi Kecamatan Candung Kabupaten Agam Sumbar, sangat memerlukan suntikan dana.
Panti asuhan yang berdiri sejak 1996 itu memiliki tengah menampung 13 orang lansia (lanjut usia), 45 anak yatim dan piyatu yang tidak mampu, serta enam orang balita yang ditinggal orang tuanya.
“Syukur Alhamdulillah ada bantuan dari Telkomsel. Saya gak nyangka bantuannya sebesar Rp 8 juta. Kami memang sangat memerlukan,”ujar wanita kelahira 1931 itu dengan mata berkaca-kaca.
Dalam bahasa Indonesia yang tidak sempurna dan bercampur bahasa daerah Minang, Djusni menceritakan bantuan itu akan digunakan untuk membeli mesin penggarap sawah. “Harga mesin itu Rp 14 juta. Kami sudah punya Rp 5 juta dan sekarang sudah bertambah menjadi Rp 14 juta. Satu juta lagi, nanti dicari-cari,”tuturnya.
Kok dibelikan mesin? Ternyata Djusni sangat memikirkan sebuah usaha yang bisa membuat panti asuhannya memiliki dana secara kontiniu. Mesin penggarap sawa yang dibeli, nantinya akan disewakan kepada pemilik sawa. Perlu diketahui mayoritas profesi masyarakat Desa Lasi adalah petani sehingga mesin penggarap sawa sangat diperlukan.
Satu hari menggarap sawa, akan menerima uang sewa sebesar Rp 300 ribu. Uang ini nantinya akan dibagikan kepada pekerja Rp 100 ribu, Rp 100 ribu untuk operasional mesin, dan sisanya untuk keperluan panti asuhan. Dengan demikian, panti akan tetap mendapatkan suntikan dana setiap harinya.
Nenek lima cucu itu menjelaskan, biaya operasional panti termasuk untuk uang sekolah anak dan makan serta gaji pengurus, setiap bulannya menghabiskan uang Rp 3 juta. Seorang pengusaha di Bukit Tinggi secara rutin ikut membantu beras untuk panti sebanyak 200 kg.
“Banyak juga warga Lasi yang sekarang berada di luar negeri kalau lebaran pulang kampung dan membantu dana ke panti kami. Alhamdulillah sampai sekarang kami bisa menghidupi anak-anak yang kami tanggung,”tutur Djusni lagi.
Selain memberikan bantuan kepada empat panti, Telkomsel juga menyerahkan bantuan senilai Rp 50 juta kepada Pemko Bukit Tinggi. Bantuan direalisasikan dalam bentuk pemberian tong sampah sebanyak 30 unit yang dibagi 15 tong sampah kering dan 15 tong sampah basah.
Wakil Wali Koto Bukit Tinggi Ismeth Amzis yang hadir pada acara mengatakan, sebagai kota wisata Bukit Tinggi memang harus menjadi kota bersih. “Sejak 28 September 2007 lalu, Pemko telah mencanangkan Bukit Tinggi bebas sampah. Dan Alhamdulillah sekarang kota ini sudah bersih,”ujar Amzis. (sri murni)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s