Suka Duka Liputan di Singapura

Cerita ini dimaksudkan untuk berbagi pengalaman saat saya ditugaskan meliput Mantan Mendagri M Maaruf dirawat di Rumah Sakit Elisabeth Singapura. Bagaimana strategi menembus pengamanan di sana, semoga tulisan ini bisa memberi referensi. Selengkapnya bisa dibaca di halaman khusus “Suka Duka Lupitan di Singapura” yang ada di bagian kanan Anda. Get Fut with my story

Tubuh Maaruf Dibalut Perban

SETELAH menunggu lebih dari empat jam, akhirnya sekitar pukul 14.20 waktu Singapura, Menter Dalam Negeri Muhammad Maaruf dibawah keluar dari ruang rawat inapnya, Royal Suite Room Rumah Sakit Mount Elizabeth, Orchard Street, Singapura, Rabu (9/5).
Maaruf dibawah dengan sebuah kursi roda oleh seorang perawat laki-laki yang khusus bertugas di kamar rawat inap kelas satu tersebut. Maaruf juga didampingi putri keduanya bersama sang menantu dari putri keduanya itu.
Maaruf terlihat duduk dengan santai di kursi rodanya. Meskipun masih tampak pucat, namun ia terlihat lebih sehat ketimbang saat berada di Jakarta. Maaruf tidak tampak menggunakan infus. Hanya saja, setengah badannya (mulai dada sampai pinggang), dibalut dengan perban. Dan tangan kanannya ditopang dengan alat khusus.
Ketika Tribun menemui Maaruf di depan pintu lift lantai enam rumah sakit dan menyapanya, ia hanya bisa membalas dengan senyum. “Assalamualaikum pak. Apa kabar,”tanya Tribun. Maaruf yang mengenakan sarung kotak-kotak putih hanya menatap Tribun dan melempar senyum.
Saat Tribun mencoba menyapa lebih akrab, tak sepata kata pun keluar dari Maaruf. Sementara anak dan menantu kedua yang mendampinginya, juga tidak mengatakan apa-apa. Anak keduanya yang mengenakan busana kasual dengan kemaja hitam dan celana jeans, sibuk membuka pintu lift.
Sementara sang menantu hanya berdiri di samping kursi roda Maaruf yang didorong perawat. Saat ditanya, si menantu juga hanya diam seraya mengangkat tangan sebelah kanan yang menyimbolkan penolakan memberikan komentar.
Tatkala Tribun masih mencoba menanyakan keadaan menteri, dari meja resepsionis di lantai enam tersebut yang jaraknya hanya sekitar 5 meter dari pintu lift, terdengar teriakan dari seorang sekuriti wanita, yang memerintahkan perawat yang mendorong Maaruf supaya tidak menggunakan lift tersebut.
Seraya melarang si perawat, perempuan berambut pendek dan bertubuh gempal tersebut, juga melarang Tribun untuk mendekati Maaruf. Mendengar teriakan tersebut, si perawat tampak kebingungan dan tak lama terjadi percakapan antara mereka di depan lift. Si perawat tetap membawa Maaruf dengan lift yang ada seraya mangatakan, Maaruf akan dibawah ke ruang pemeriksaan.
Tak lama setelah Maaruf menghilang di dalam lift, sekuriti tersebut sempat komplain dengan Tribun yang mencoba mendekati menteri. “Saya kan sudah cakap, tidak bisa Anda (Tribun) menemui keluarga. Mengapa Anda degil sangat. Ini ruang privaci. Kami akan dikomplain ibu (istri Maaruf) kalau tahu ada wartawan masuk sini. Sekarang saya minta Anda tinggalkan rumah sakit ini. Ibu akan berfikiran rumah sakit ini tidak bisa menjaga privaci dengan Anda datang kesini,” kata sekuriti tersebut dalam logat Melayu.
Selama kurang lebih sepekan dirawat di Mount Elizabeth, Maaruf dijaga cukup ketat. Tidak seorang pun diperkenankan menemuinya tanpa persetujuan anggota keluarga. Selain ditemani anak kedua dan menantunya, Maaruf juga didampingi sang istri dan seorang ajudan bernama Budi.
Namun ketika Maaruf dibawah ke ruang pemeriksaan, sang istri tak tampak menemaani. Menurut seorang perwakilan dari Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, Ny Maaruf sedang dimassage karena kecapean.
Perwakilan dari KBRI tersebut ditemui Tribun sesaat sebelum ia menemui Ny Maaruf. “Saya mau ketemu ibu menteri. Saya dari KBRI. Katanya ibu menteri mau dipijat dan saya yang mau mijat,”kata wanita berjilbab tersebut.
Sebelum mendampingi Maaruf ke ruang pemeriksaan, menantu keduanya sempat berbincang pada Tribun. Menurut lelaki yang ketika itu menggunakan kaos berkerah warna putih, mertuanya sudah sekitar seminggu di rawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth.
Selama menjalani pengobatan, katanya, Maaruf menunjukan tanda-tanda peningkatan kesehatan yang cukup lumayan ketimbang saat berada di Jakarta. “Batak sekarang jauh lebih sehat daripada ketika di Jakarta. Sudah bisa bicara kok,”ujarnya.
Saat ditanya bagaimana perasaan Maaruf ketika Presiden SBY tidak mengganti jabatannya sebagai menteri dalam negeri, pria bertubuh tegap itu mengatakan,”Bapak biasa-biasa saja. Bagi Bapak jabatan itu amanah dan pekerjaan. Tetap jadi menteriatau tidak, tidak masalah.”

Harga Kamarnya Satu Malam Rp 41,76 Juta
Di kalangan para pegawai rumah sakit Mount Elizabeth Singapura, Maaruf ternyata cukup dikenal. Ini terbukti ketika Tribun menanyakan keberadaan (nomor kamar) Maaruf kepada petugas bagian informasi, ia langsung memberitahu kalau Maaruf dirawat di kamar Royal Suite lantai enam, nomor 6018. Keberadaan Maaruf juga diketahui beberapa petugas sekuriti lantai dasar rumah sakit tersebut.
Selama kurang lebih sepekan dirawat di RS Mount Elizabeth, Maaruf menempati kamar paling mewah dengan kelas Royal Suite Entire Suite. Data yang dihimpun Tribun dari bagian administrasi rumah sakit, di lantai enam hanya terdapat satu ruangan Royal Suite.
Harga kamar tersebut satu malamnya 7.200 dolar Singapura atau sekitar Rp 41,76 juta (kurs Rp 5.800 per dolar Sing). Jika tujuh hari dirawat, biaya kamarnya mencapai Rp 292,32 juta. Biaya tersebut belum termasuk obat-obatan, terapi, pemeriksaan, dan biaya dokter.
Di dalam ruangan Royal Suite Entire Suite, terdapat beberapa fasilitas tambahan. Yakni, ruang konferensi untuk rapat dengan kapasitas enam orang, ruangan makan, ruang tunggu tamu (lobi). Pasien yang dirawat di Royal Suite Entire Suite, diberikan fasilitas tempat tidur untuk satu orang penndamping, gratis. Sementara jika pendampingnya lebih dari satu orang, maka akan dikenakan biaya tambahan. Si pasien, juga diberikan satu orang perawat khusus yang siaga 24 menjaga. (sri murni)


One thought on “Suka Duka Liputan di Singapura

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s