Sebelumnya Hanya Rp 1,6 T
MESKI Batam mulai pertengahan 2008 sampai sekarang masih merasakan dampak krisis ekonomi global, yang mengakibatkan penurunan pertumbuhan ekonomi, namun ternyata peredaran uang kartal di kota industri ini justru meningkat tajam.
Tidak tanggung-tanggung, selama 2008 peredaran uang kartal meningkat dua kali lipat dari Rp 1,6 triliun (2007) menjadi Rp 3,4 triliun (2008). Hal tersebut disampaikan Pemimpin Bank Indonesia (BI) Batam Irwan Lubis, saat berkunjung ke Tribun Batam, Selasa (10/2). Menurutnya, peningkatan kebutuhan uang kartal di Batam karena beberapa faktor.
Pertama, mulai awal 2008 sampai pertengahan tahun terjadi penambahan investasi yang cukup besar di Batam. Beberapa pabrik baru dibuka seperti Epcos di Panbil Mall dan kawasan industri lain. Tahun 2008, menurut catatan BI, merupakan tahun pertumbuhan tertinggi (booming) industri galangan kapal. Selain itu, tahun lalu terjadi pertumbuhan sektor perdagangan yang besar, sehingga memerlukan dana segar.
Meningkatnya kebutuhan uang kartal juga diakibatkan banyaknya pemutusan hubungan kerja yang menyebabkan kebutuhan uang di industri meningkat. “Faktor PHK memang ada tapi kecil,”ujar Irwan seraya menambahkan angka PDRB (produk domestik regional bruto) di Batam mencapai Rp 40 triliun.
Kunjungan Irwan Lubis ke redaksi Tribun Batam merupakan jalinan silaturahmi sekaligus pria berkacamata itu pamitan. Terhitung 13 Februari mendatang, Irwan akan berpindah tugas ke Kantor BI Pusat, tepatnya di Direktoran Pengawasan Perbankan.
Irwan membawa tiga staf, Moh Nuryazidi dan Oikos Mando Panjaitan selaku Analis Ekonomi Muda, serta Harso yang bertugas di bidang UMKM. Rombongan diterima langsung Redaktur Pelaksana Tribun Batam Ahmad Suroso, Manager Produksi Eddy Mesakh, dan jajaran redaksi lainnya. (nix)
